Kamis, 01 Desember 2011

Buka Mata, Buka Telinga dan Perhatikan!!


2 minggu sudah saya melewati pengalaman yang sangat membahagiakan dalam hidup saya. Bisa datang ke sebuah negeri adidaya, yang kebijakan nya mempunyai pengaruh besar dalam oraganisasi dunia PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa), ya inilah Amerika. "keberadaan" negeri ini memang sangat kontroversial, terutama bagi masyarakat muslim. Kebijakan-kebijakan negeri ini memang dipandang oleh sebagain besar masyarakat muslim, sangat menyudutkan masyarakat muslim itu sendiri. Saya sempat berbincang dengan salah satu kawan saya, yang juga mengikuti program IVLP for Journalist, Ehab Husein, salah satu Phd dari Universitas Alexandria, Mesir, bahwa menurutnya sebagai akademisi, Amerika hanya memanfaatkan kepentingan dari kerusuhan yang terjadi di Mesir ketika penuntutan atas Hoesni Mubarak terjadi. Begitupun pandangan kawan saya Ali, Jurnalis dari koran terbesar di Yaman, dalam pandangannya atas nama demokrasi, Amerika selalu "bisa" mengintervensi negara-negara lain. Namun saya pikir pandangan itu akan berubah ketika saya menanyakan kepada kawan saya Titania, Jurnalis Denmark, ternyata pandangan nya atas Amerika, tetap sama.

Hmm... saya mencoba memahami pandangan mereka dalam melihat sosok Amerika dan keberadaannya di Timur Tengah maupun dunia internasional. Memang tidak bisa dipungkiri adanya black perception atas Amerika. Tapi saya disini tetap akan menyampaikan beberapa hal yang mungkin sangat bermanfaat bagi saya dan juga anda untuk mempelajari sisi lain (kebaikan) dari negeri ini.

Selama 2 minggu saya tidak hanya menghabiskan waktu saya di DC, tapi juga di Denver, Colorado dan Minneapolis, Minnesota. Ada beberapa kesamaan di antara 3 area di Amerika ini.

1. Amerika banyak memiliki museum, terutama di DC. dan saya lihat besarnya antusias masyarakat untuk pergi ke museum. dari beberapa pertanyaan singkat saya dengan beberapa pengunjung, apa yang meneyebabkan mereka suka ke museum, secara umum dan merupakan main reason adalah, agar mengetahui sejarah. Saya melihat bangsa ini sangat meghargai sejarah. Tak heran bangsa ini menjadi besar. Ketika saya melakukan kunjungan ke Colorado Academy, mereka mempunyai studi tentang sejarah dunia, dan ternyata studi tersebut menjadi salah satu studi yang di minati. Ketika saya dan bersama IVLP fellows mendapatkan kesempatan menceritakan negara kita masing-masing di hadapan anak umur 9-14 tahun, wow sangat membuat kagum. sebagian dari mereka aktif bertanya, apa pandangan saya dan rekan lainnya soal demonstrasi di Mesir, bagaimana pemerintah mempunyai peranan dalam kemerdekaan jurnalisme di Kamboja dan pertanyaan lainnya. Sungguh bagi saya ini salah satu yang mengagumkan, karena saya tidak pernah menemui hal semacam ini di Indonesia. Tentunya ini menjadi PR juga bagi pemerintah kita untuk mengembangkan sistem edukasi yang tidak sekedar menyenangkan (Story telling) tapi juga benar-benar membangkitkan semangat kebangsaan dan menjadi pemain global dalam kancah internasional.

2. Masyarakat disini sangat pintar memanfaatkan waktu. Ketika saya melakukan perjalanan ke Pentagon City menggunakan Metro trans, semacam kereta bawah tanah, saya melihat hampir di setiap sudut mereka menggunakan waktu dengan membaca buku, ketika mereka menunggu metro trans ataupun selama dalam perjalanan. Entah itu buku apa yang mereka baca, mungkin buku fiksi ataupun non fiksi, mungkin juga koran, namun saya melihat mereka memanfaatkan dengan membaca. Memang tidak semua, but mostly,
mereka membaca. Tidak heran juga bangsa ini kaya akan pengetahuan.

3. Segala fasilitas publik sangat memperhatikan orang-orang berkebutuhan khusus. Tidak ada sulit bagi mereka ketika mereka ingin menggunakan fasilitas publik. Tidak hanya itu, segala fasilitas publik pun di buat semudah dan sefamiliar mungkin bagi masyarakat maupun turis, sehingga di harapkan tidak ada tuh kata "nyasar" di sudut jalan Amerika.

4. Mereka sangat menghargai perbedaan. Dari kunjungan saya ke DC, Denver sampai dengan Minneapolis, saya melihat masyarakat Amerika, sangat menghargai perbedaan. Ini bukan hanya cerita karangan saja, namuan memang begitulah faktanya. Ketika saya berkesempatan datang ke Department of State of America, salah satu fasilitator IVLP program dari Department of State of America adalah wanita berjilbab. Kemudian ketika saya berkunjung ke Graduate School di DC, fasilitator saya yang berbicara mengenai pandangan jurnalisme terhadap politik Amerika, Mr. Akram Jalil, dia juga seorang muslim. Bahkan ketika saya membuat cerita ini pun, saya melihat satu tayangan televisi show (In diversity focus) di Minnesota (TPT) host dari program ini adalah seorang warga keturunan India. Sungguh sangat beragam. Jadi tidak benar ketika kita melihat Amerika secara keseluruhan, kita mengklaim bahwa mereka tidak menghargai perbedaan. Banyak program dan kebijakan pemerintah yang memperhatikan masyarakat imigran di Amerika. Bagaimana hak-hak mereka dan sebagainya. Oia, satu hal yang juga ingin saya sampaikan, ketika saya melakukan program home hospitality (program pengenalan masyarakat lokal dengan pendatang) satu keluarga di Denver, anak perempuannya belajar bahasa arab dan mempelajari Islam. Ketika saya datang kepada mereka, mereka sungguh sangat senang dan interaksi diantara kami sungguh hangat, layaknya datang ke sebuah keluarga.

5. Untuk hal yang satu ini mungkin bukan hal yang baru di telinga anda. Bagaimana mereka sangat menghargai lingkungan. Semua berkomitmen untuk menjaga lingkungan. Dan hampir semua fasilitas, di usahakan ramah lingkungan.

Masih banyak pembelajaran yang bisa saya ambil dari sebuah negara yang di kenal dengan nama "Amerika". Dengan segala lebih dan kurangnya, saya tetap mau melihat sisi baik yang bisa saya pelajari at least bagi diri saya sendiri. Bukan suatu kebetulan saya berkesempatan melihat bumi ALLAH yang lainnya selain Indonesia. Dalam kunjungan saya ini pun saya bisa mempunyai kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia, dari berbagai sudut, kebebasan pers, budaya, keberagaman dan sebagainya. Sungguh saya sangat menikmati ketika saya berkesempatan untuk memperkenalkan Indonesia di berbagai forum yang saya ikuti selama program IVLP.

Inilah sebagian cerita yang ingin saya sharingkan kepada anda. terlepas anda suka atau tidak, saya hanya ingin menyampaikan bahwa banyak yang kita pelajari dari negara adidaya ini. Yang baik ambil, yang tidak, tinggalkan!. Jangan kita berkutat pada persoalan menyukai atau tidak, kemudian menutup diri dan pikiran kita untuk belajar dari Amerika. Semoga keterbukaan itulah yang membuat kita dan bangsa kita (Indonesia) nantinya menjadi besar. Seringkali kita sibuk mengurusi dan mengoreksi yang lain, tapi kita lupa untuk membenahi kondisi diri sendiri ataupun negeri ini. Pesan ini pun saya tujukan bagi sahabat-sahabat dan saudara muslim saya yang lain.

Di akhir coba baca dan pahami kata-kata Guru saya, Prasetya M. Brata di bawah ini :

Aku punya DETERJEN yang aku sukai dan aku yakini yang membersihkan paling bersih. Bahkan deterjen itu aku tenteng kemana-mana dengan bangga. Apalagi kalau ketemu orang yang nenteng2 deterjen yang sama, makin senang dan bergairahlah aku membicarakan tentang deterjen kami. Semua orang kalau bisa kuanjurkan pakai merek deterjen yang kubawa. Dulu aku kurang suka pada deterjen merek lain, sekarang sihberpegang pada 'bagiku deterjenku bagimu deterjenmu'. Begitu petang datang, saatnya pulang. Aku terkejut, pakaianku kotor sekali. Padahal rumahku Maha Suci. Setiap orang yang pulang ke rumah itu haruslah berpakaian bersih. Aku menyesal, karena kerjaku sepanjang hari hanya membicarakan dan mengajak orang lain pakai merek deterjen yang kubawa, tapi aku lupa memakai deterjen itu untuk mencuci pakaianku sendiri ...


"Wahai umat manusia, sesungguhnya kami meciptakan kamu daripada lelaki dan perempuan, dan kami menjadikan kamu daripada berbagai-bagai bangsa dan bersuku puak supaya kamu berkenal-kenalan (dan beramah mesra antara satu sama lain). Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah adalah orang yang lebih takwanya antara kamu, (bukan yang lebih berketurunan atau bangsanya). Sesungguhny Allah maha mengetahui lagi mendalam pengetahuannya (tentang keaan dan amalan kamu)" QS : Al-Hujarat : 13

Denver - Colorado, 25 Oktober 2011 

0 komentar: