Kamis, 21 Juli 2011

2 Peringatan Sekaligus!


Setiap manusia di ciptakan lengkap dengan akal dan pikiran agar ia mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dalam kehidupannya. Namun memang tidak semua dari manusia, menggunakan akal dan pikiran untuk berpikir dengan sebaik-baiknya. Karenanya ada dari mereka yang dikatakan ulil albab dan yang tidak, sekedar untuk membedakan bahwa ada sebagian manusia yang melihat segala sisi kehidupan menjadi nilai-nilai pembelajaran baginya dan ada sebagian yang tidak. Mereka hanya berjalan tanpa nilai pemaknaan. Kosong.

Berkaitan dengan hal itu, beberapa waktu lalu saya sempat mendapatkan pembelajaran sekaligus peringatan tentang hal yang menurut saya bagian yang sangat fundamental bagi diri saya atau mungkin bagi anda. Peringatan pertama, saya dapatkan dari status facebook (FB) sahabat saya. Mungkin anda berpikir, “oalah hanya sekedar status facebook” Ya, memang hanya sekedar status facebook. Tapi kali ini, bagi saya tidak hanya sekedar status, tapi juga “tamparan” sekaligus peringatan. “Fiqh nya siy Ok, Akhlaknya ko begitu yach..” *Paradigma Fiqh*”. Demikian status FB sahabat saya. Seketika saya melihat kalimat itu, “Astagfirullah!” ucap saya dalam hati. Saya mafhum bahwa sahabat saya, menulis hal tersebut bukan di tujukan untuk saya, namun begitu, status nya sempat membuat saya terhenyak dan menjadi “tamparan” telak.

Lantas, mengapa saya menilai hal ini sebagai sebuah “tamparan” telak sekaligus sebagai peringatan?. Bagaimana tidak, hal ini bagian dari sebuah PR untuk bisa mereview akhlak diri sendiri. Jangan-jangan seringnya saya terkonsentrasi pada persoalan yang sifatnya muamalah dan fiqh, membuat saya melupakan hal lain yang tak kalah penting dari fiqh yaitu akhlak. Bagaimana akhlak saya sebagai muslimah? Itulah yang membuat saya terdiam sejenak setelah membaca status tersebut. Sebagai manusia biasa, tentulah pasti jauh dari sempurna, namun bukan berarti saya ataupun anda tidak bisa memiliki akhlak yang baik bukan?. Ini bagian dari sebuah pilihan. Seringkali pergulatan yang dilakukan oleh sebagian manusia terutama muslim, repot dengan persoalan fiqh, tapi melupakan hal yang tak kalah esensi seperti akhlaq. Padahal jelas dikatakan pula dalam hadist “bahwa sesungguhnya aku diutus ke muka bumi ini , untuk menyempurnakan akhlaq”. Bukanlah fiqh yang pertama kali disebut. Namun begitu bukan berarti persoalan muamalah dan fiqh tidaklah penting. Hanya saja, janganlah fokus pada persoalan fiqh membuat kita mengenyampingkan persoalan akhlaq.

Peringatan kedua saya dapatkan ketika ada seorang kawan facebook saya, mengirimkan note berjudul “Tak sesholihah yang ku kira”. MasyaAllah!! note tersebut kembali membuat saya terhenyak. Dalam tulisan tersebut menceritakan bagaimana manusia, terutama wanita hanya berbalutkan sholehah yang semu, tidak sesuai dengan nyatanya. Lebih tepatnya berpura-pura. Bukan tanpa alasan note tersebut sampai hadir, pasti karena memang ada kasus dan faktanya. Dan bukanlah suatu yang kebetulan, note atau catatan tersebut mampir ke halam FB saya. Saya menganggap ini bagian dari sebuah peringatan bagi diri yang dhoif ini, untuk terus membenahi diri. 

Ketika saya sharingkan mengenai hal ini kepada salah satu kawan saya, dirinya bilang “akh, Ri loe nya yang terlalu lebay, memaknai kata-kata atau segala hal. Itu kan Cuma note dan status FB!”. Hmm.. mungkin ada benarnya, hanya sekedar status FB. Namun saya berpikir, bukankah jauh lebih baik saya tetap mau berpikir kata-kata status maupun note fb itu sebagai peringatan, ketimbang menjadi sebuah kata-kata yang sekedar melintas, kemudian tidak berarti apa-apa?. “akh.. bagaimanapun itu juga sebuah pilhan” gumam saya dalam hati.

Sahabat yang baik, seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, bahwa di muka bumi ini, ada sebagian mereka yang mau berpikir untuk kemaslahatan atau kebaikan dirinya, melihat segala hal dalam konteks positif dan menajdi manusia yang berpikir. Namun ada pula yang tidak. Semua tergantung pada diri kita. Allah SWT telah memberikan otak pada manusia dengan luar biasanya dan hati untuk lebih luas dan legowo melihat segala keagungan Nya dalam bentuk apapun, tinggal kita yang memutuskan ingin menggunakan otak dan hati kita atau tidak untuk melihat segala peringatan dan kebesaran Nya.

Semoga sekilas tulisan sederhana ini, mempunyai arti meski tidak dalam. Motivasinya hanya satu, seperti yang terlampir dalam surah Al-ashr 1-3 “saling mengingatkan”. Segala yang benar dari Nya, segala yang salah adalah dari diri saya sendiri. Semoga bermanfaat!

2 komentar:

endra.sonhaji mengatakan...

hai mb riri.. coba buka ttg smart fm sampe akhirnya ketemu blog ini. sering sy denger suara mb siaran kalo lg anter anak2 sekolah. salut, msh muda tp sdh matang (bukan tua lhoo).. salam kenal dan smg semakin sukses di masa yad..

mariasonhaji mengatakan...

hai mb riri.. coba buka ttg smart fm sampe akhirnya ketemu blog ini. sering sy denger suara mb siaran kalo lg anter anak2 sekolah. salut, msh muda tp sdh matang (bukan tua lhoo).. salam kenal dan smg semakin sukses di masa yad. mariasonhaji