Kamis, 03 Februari 2011

Perempuan itu bernama Siti Azizah

"Piti.., piti cape ya?? mau makan? Mama sudah masak tahu balado kesukaan Piti" kata-kata itu sering saya dengar dari manusia terindah yang saya kenal, dikala saya lelah sepulang kantor. Tidak sekedar lontaran kata, namun senyuman nya lah yang selalu membahagiakan saya. Ya, dia lah Ibunda tercinta, Siti Azizah. Sejak kecil saya panggil dengan sebutan "Mama" dan seiring beranjak dewasa ia lah sahabat terdekat saya. Mama selalu ikhlas mendengarkan cerita dan keluh kesah saya, meski terkadang saya tahu betapa sudah lelah nya beliau. Dirinya selalu memastikan pancaran mata nya fokus ke arah wajah saya ketika saya bercerita apa saja tentang hidup saya.

Teman-teman saya sering kali merasa cemburu melihat kedekatan saya dengan mama. "Ri, ko loe bisa ya, segitu terbukanya dengan nyokap? gw nggak bisa loh.." begitu biasa teman-teman mengomentari kedekatan ku dengan mama. Mama bukan lah orang dengan latar belakang pendidikan tinggi, ia di besarkan di keluarga yang sederhana, dan kurang kasih sayang. Namun begitu, mama tumbuh sebagai manusia yang sabar, tabah dan kuat. Saya bisa merasakan itu bagaimana ketika mama mendampingi ayah saya yang pernah menderita sirosis hati hingga memaksa ayah ku untuk dirawat di rumah sakit 3 bulan lebih. Tidak cukup dengan itu, ketabahan mama semakin saya lihat, ketika mama begitu ikhlas menerima dengan senyuman bahwa ayah harus di PHK 2 kali ditengah kami sedang butuh-butuhnya biaya besar untuk saya kuliah dan kedua adik saya. Mama sudah teruji.

Dalam membesarkan anak-anaknya pun, mama sangat sabar dan penuh kelembutan. Mama tidak pernah memaksa saya melakukan sesuatu, dia selalu mengajak saya berdiskusi untuk melihat segala persoalan. Dengannya saya merasa "ada". Pernah dalam suatu kesempatan saya bertanya kepadanya.."Ma.. kenapa sey mama baiknya luar biasa? kawan-kawan piti aja ga dekat-dekat banget ko sama mamanya", mama menjawab sambil memberi senyuman "Piti, mama pernah merasakan ga enaknya ga dapat perhatian dari orang tua, mama pernah merasakan hidup susah...dan mama berjanji kelak ketika mama punya anak, mama akan membahagiakan anak-anak mama dengan hati yang baik.." saya pun langsung memeluknya. Entah apakah mama sudah membaca risalah bagaimana Muhammad SAW mengasuh dan mendidik anak-anaknya atau tidak, tapi cara mama mirip sekali seperti yang Muhammad ajarkan. Saya pernah membaca buku ensklopedia tentang Leadership dan Managemen Muhammad, bagaimana Muhammad mendidik anak-anak nya dengan kelembutan dan kasih sayang, dan saya merasa mama menerapkan itu pada saya dan juga adik-adik.

Perempuan bernama Siti Azizah ini sudah membuat saya luluh dengan segala kasih sayang nya. Membuat saya tenang karena sentuhannya, membuat saya kuat karena dukungannya, dia begitu luar biasa. Pernah suatu malam ketika saya tertidur dan agak sedikit kedinginan, setengah sadar saya merasakan mama langsung menyelimuti saya, hingga menjelang pagi mama berkata "tidur nya semalam pulas banget.. mama sampai selimutin piti dengan kain gendong piti waktu kecil.." spontan saya langsung peluk dan cium kening mama seraya mengucapkan terima kasih. Sabar dan lembutnya mama. Saya tidak melihat mama menangis karena ujian yang dialami, atau karena susahnya mama menghadapi hidup. Namun saya yakin setiap kali mama bangun malam, mengadukan apa yang sedang dirasakan hatinya, mama meneteskan air mata. Mama hanya ingin mengadu dan berkeluh kesah pada NYA, tidak pada yang lain.

Sampai detik ini, saya yakin segala yang saya raih saat ini , salah satunya karena doanya. Doanya menembus arsy!!. Saya ingat betul bagaimana support mama atas saya ketika dirinya tahu, saya ingin resign sebagai communication staff di salah satu perusahaan multinasional di jakarta untuk menjadi penyiar di radio ternama. Tidak hanya itu, saya tahu betul bagaimana mama berharap adik saya mendapat program beasiswa S2, hingga akhirnya adik saya bisa mendapatkannya. Ini berkat doa mama. Tak'an cukup lembaran ini menceritakan indahnya mama. Semoga saya bisa meneladani dan menerapkan ajaran mama ke anak-anak saya nanti. pada lembaran ini pula saya ingin mengatakan kepada mama :

Ma.. jika ada bintang yang paling indah, itulah lah perumpaan hati mama
Jika ada bunga yang paling harum, itulah lah perumpaan pribadi mama
Ri, bangga mempunyai ibu sebaik dan seikhlas mama
dan Ri hanya berharap, moga ALLAH memberi keberkahan dalam hidup mama, memaafkan segala khilaf mama, menjaga mama dan menjawab segala doa dan pengharapan mama.
Terima kasih, terima kasih Mama!! Bahibbak wa allahum ma'aq!!

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.." (QS : Luqman, 14)






1 komentar:

D1K4 K43R14 R34NZ4 mengatakan...

Mbk Riri,,,
kq gx ad fasilitas Follower'e,,,

Saya fans Mbk di Radio...
^,^